Yasporbian Goes to Museum: Pengalaman Belajar Bermakna Menjelajah Sejarah Perbankan Indonesia
SMP Yasporbi I kembali mengadakan kegiatan pembelajaran luar sekolah yang sarat manfaat melalui program “Yasporbians Goes to Museum”. Pada kesempatan ini, seluruh siswa kelas VIII berkunjung ke dua museum bersejarah di kawasan Kota Tua Jakarta, yakni Museum Mandiri dan Museum Bank Indonesia. Kegiatan edukatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung tentang sejarah, ekonomi, dan perkembangan dunia perbankan di Indonesia.
Pagi itu, para siswa berkumpul sejak pukul 06.45 dengan penuh antusias. Mengenakan kaos angkatan berwarna seragam, mereka bersiap memasuki rangkaian perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya wawasan. Setelah mendapat pengarahan dari pimpinan, wali kelas dan guru pendamping mengenai aturan selama trip, rombongan bertolak menuju Kota Tua menggunakan dua bus besar yang telah disiapkan.


Setibanya di Museum Mandiri, para siswa langsung disambut oleh pemandu edukator yang memaparkan sejarah panjang lembaga keuangan di Indonesia sejak masa kolonial. Bangunan museum yang masih mempertahankan arsitektur lama menghadirkan kesan kuat seolah para siswa dibawa kembali ke masa lampau. Mereka menyusuri ruang pameran yang berisi koleksi alat perbankan kuno, mesin hitung mekanik, brankas raksasa, ruang transaksi, hingga dokumen-dokumen bersejarah yang menggambarkan perjalanan lembaga keuangan di masa Hindia Belanda.


Siswa terlihat sangat menikmati setiap sudut pameran. Mereka dengan seksama memperhatikan penjelasan pemandu, mencatat informasi penting, dan sesekali mengajukan pertanyaan. Banyak dari mereka baru mengetahui bahwa proses perbankan di masa lalu dilakukan secara manual dengan alat sederhana yang kini sudah jarang ditemui. Interaksi ini tidak hanya memperluas wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga bahwa Indonesia memiliki catatan perkembangan ekonomi yang panjang dan menarik untuk dipelajari.



Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Museum Bank Indonesia, yang dikenal sebagai museum multimedia modern dengan penyajian informasi yang lebih interaktif. Di museum ini, siswa diajak memahami bagaimana kebijakan moneter bekerja, bagaimana uang rupiah berkembang dari masa ke masa, hingga bagaimana Bank Indonesia berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Melalui tampilan visual, diorama, ruang teater mini, dan instalasi digital, siswa dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih imersif.


Salah satu bagian yang membuat siswa terkesan adalah ruang pamer uang kuno dari berbagai era, termasuk mata uang VOC, Gulden Hindia Belanda, ORI (Oeang Republik Indonesia), hingga desain rupiah modern. Banyak siswa yang tampak kagum melihat bagaimana perubahan bentuk uang rupiah sebenarnya merupakan cerminan sejarah bangsa. Selain itu, simulasi interaktif mengenai arus uang dan inflasi membuat pembahasan ekonomi menjadi lebih mudah dipahami.


Selama kegiatan berlangsung, guru pendamping memastikan seluruh siswa tetap dalam rombongan dan mematuhi aturan museum. Para siswa juga diberikan kesempatan untuk menuliskan hasil pengamatan mereka dalam buku catatan yang telah dipersiapkan. Catatan ini nantinya akan dibahas kembali di kelas sebagai bagian dari pendalaman materi pembelajaran.


Kepala Sekolah SMP Yasporbi I, Ibu Novia Setyawati, S.Pd. menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas seperti ini sangat penting untuk menghadirkan pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga merasakan langsung jejak sejarah bangsa. Museum adalah ruang belajar yang hidup, tempat siswa dapat melihat perjalanan ekonomi dan perjuangan bangsa secara visual dan nyata,” ujarnya.

Kegiatan Yasporbians Goes to Museum ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sejarah nasional, meningkatkan literasi ekonomi, serta memperluas cara pandang mereka mengenai peran penting lembaga keuangan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, sekolah berharap kegiatan ini menjadi inspirasi untuk menjadikan museum sebagai tempat belajar yang rutin dikunjungi, bukan hanya destinasi wisata sesekali.
Yasporbians Goes to Museum sebagai salah satu program inovatif tahun ini diprakarsai oleh Bapak Rizza Hadiyansyah, S.Pd., salah satu guru pengampu mata pelajaran IPS dan sebagai ketua kegiatan ini. Publikasi kegiatan ini diunggah melalui akun Instagram resmi sekolah @smpyasporbi1_pancoran. Dengan selesainya rangkaian kegiatan di dua museum tersebut, para siswa kembali ke sekolah dengan membawa pengalaman baru yang penuh makna. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga membangun memori berharga bersama teman dan guru dalam perjalanan pembelajaran yang berbeda dari hari-hari biasanya.

Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah