Identifikasi Hama Dan Tingkat Kerusakan Pada Persemaian Anakan Alam Meranti Balangeran (Shorea Balangeran. (Korth.) Burck) Di Pt. Rapp
Saputra, Adi
Kegiatan di persemaian merupakan langkah awal dalam proses
penanaman hutan, sehingga memiliki signifikansi besar dan berperan kunci dalam
mencapai keberhasilan penanaman. Pesemaian anakan alam merupakan satusatunya pesemaian yang dimiliki PT. RAPP yang berada di Estate Pelalawan,
Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Terdapat sebanyak ±
100.000 bibit Meranti Balangeran yang didapatkan dari eksplorasi di hutan alam
PT. RAPP dan sebagian bibit dibeli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN) di Palembang. Tanaman Meranti Balangeran merupakan spesies pohon
yang sangat penting dalam ekosistem hutan rawa gambut, tanaman ini memiliki
nilai ekologis yang tinggi serta memberikan kontribusi signifikan dalam
biodiversitas.
Salah satu tantangan dalam persemaian Meranti Balangeran adalah
serangan hama. Pengamatan menunjukkan bahwa daun Meranti Balangeran
diserang berupa belalang dan ulat sehingga menyebabkan kerusakan berupa
lubang pada daun. Hama belalang dan ulat memakan daun muda hingga tersisa
tulang daun. Hal tersebut yang menyebabkan peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian “Identifikasi Hama Dan Tingkat Kerusakan Pada Persemaian
Anakan Alam Meranti Balangeran (Shorea balangeran (Kort) Burck) Di PT
RAPP”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengidentifikasi jenis-jenis
hama yang menyerang pada tanaman Meranti Balangeran. Untuk
mendeskripsikan tingkat kerusakan yang disebabkan hama pada tanaman Meranti
Balangeran (Shorea balangeran).
Hasil penelitian di Persemaian Anakan Alam Meranti Balangeran di PT
RAPP menunjukkan bahwa jenis hama yang menyerang semai Meranti
Balangeran (Shorea balangeran) terdiri dari belalang (Valanga nigricornis) yang
menyerang 4617 bibit dan Ulat (Lamprosema indicata) sebanyak 171 bibit,
frekuensi serangan hama Belalang sebesar 92.25% dan serangan pada Ulat sebesar
3.42%. Intensitas serangan Belalang sebesar 9.13% dan intensitas serangan ulat
sebesar 0.43%, termasuk tingkat kerusakan ringan. Hama pada umumnya
menyerang pada bagian daun dan waktu serangan hama terjadi pada pagi hingga
sore hari.
penanaman hutan, sehingga memiliki signifikansi besar dan berperan kunci dalam
mencapai keberhasilan penanaman. Pesemaian anakan alam merupakan satusatunya pesemaian yang dimiliki PT. RAPP yang berada di Estate Pelalawan,
Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Terdapat sebanyak ±
100.000 bibit Meranti Balangeran yang didapatkan dari eksplorasi di hutan alam
PT. RAPP dan sebagian bibit dibeli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN) di Palembang. Tanaman Meranti Balangeran merupakan spesies pohon
yang sangat penting dalam ekosistem hutan rawa gambut, tanaman ini memiliki
nilai ekologis yang tinggi serta memberikan kontribusi signifikan dalam
biodiversitas.
Salah satu tantangan dalam persemaian Meranti Balangeran adalah
serangan hama. Pengamatan menunjukkan bahwa daun Meranti Balangeran
diserang berupa belalang dan ulat sehingga menyebabkan kerusakan berupa
lubang pada daun. Hama belalang dan ulat memakan daun muda hingga tersisa
tulang daun. Hal tersebut yang menyebabkan peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian “Identifikasi Hama Dan Tingkat Kerusakan Pada Persemaian
Anakan Alam Meranti Balangeran (Shorea balangeran (Kort) Burck) Di PT
RAPP”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengidentifikasi jenis-jenis
hama yang menyerang pada tanaman Meranti Balangeran. Untuk
mendeskripsikan tingkat kerusakan yang disebabkan hama pada tanaman Meranti
Balangeran (Shorea balangeran).
Hasil penelitian di Persemaian Anakan Alam Meranti Balangeran di PT
RAPP menunjukkan bahwa jenis hama yang menyerang semai Meranti
Balangeran (Shorea balangeran) terdiri dari belalang (Valanga nigricornis) yang
menyerang 4617 bibit dan Ulat (Lamprosema indicata) sebanyak 171 bibit,
frekuensi serangan hama Belalang sebesar 92.25% dan serangan pada Ulat sebesar
3.42%. Intensitas serangan Belalang sebesar 9.13% dan intensitas serangan ulat
sebesar 0.43%, termasuk tingkat kerusakan ringan. Hama pada umumnya
menyerang pada bagian daun dan waktu serangan hama terjadi pada pagi hingga
sore hari.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-17T06:37:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah