Strategi Pemasaran Ayam Kampung Unggul Balitbang (Kub) Di Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar
Syafrudin, Muhammad
Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis SWOT.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman pada pemasaran ayam kampung unggul balitbang (KUB) serta
mengetahui strategi yang tepat dalam pemasaran ayam kampung unggul
balitbang (KUB) di Desa Laboy Jaya.
Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive
(sengaja) dengan kriteria terdapat pelaku usaha ayam kampung unggul
balitbang (KUB) dan penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling
yang berjumlah 11 orang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, pesaing,
pedagang pengumpul dan konsumen. Sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa
karakteristik responden, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instanasi
terkait serta literatur ilmiah dan penelitian terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan Kekuatan yang dimiliki oleh usaha ayam
kampung unggul balitbang (KUB), yaitu: (1) lebih mudah dipelihara
dibandingkan dengan ayam lainnya; (2) biaya pemeliharaan yang murah; (3)
bibit mudah didapat; (4) hasil yang didapat cukup menguntungkan; (4) tidak
membutuhkan lahan yang luas; (5) mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi
sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Kelemahan yang dimiliki oleh usaha ayam
kampung unggul balitbang (KUB), yaitu: (1) persentase ayam yang diberikan
berjumlah sedikit; (2) tenaga pendampingan teknis terbatas; (3) Keterampilan
beternak masih kurang; (4) pembinaan dan bimbingan masyarakat terkait
pengusahaan ayam masih terbatas; (5) bersaing dengan komoditi lainnya
seperti ayam kampung local; (6) ketersediaan sapronak terbatas; (7)
segemntasi pasar daging dan telur ayam kampung. Peluang yang dimiliki oleh
usaha ayam kampung unggul balitbang (KUB), yaitu : (1) peminatnya mulai
dari kalangan ekonomi kelas bawah, menengah dan atas; (2) mudah diterima
pasar; (3) penerimaan cukup tinggi sehingga dapat dijadikan kesempatan
bisnis; (4) transportasi yang memadai; (5) kesadaran masyarakat terhadap
makanan yang sehat dan bergizi. Ancaman yang dimiliki oleh usaha ayam
kampung unggul balitbang (KUB), yaitu : (1) ayam rentan terserang penyakit
saat menghadapi musim pancaroba; (2) gangguan kesehatan manusia; (3)
persaingan tidak sehat; (4) adanya rumah tangga miskin yang tidak
meneriman bantuan sehingga menimbulkan gejolak sosial; (5) fluktuasi harga
pakan. Pemasaran ayam kampung unggul balitbang (KUB) berada di posisi
kuadran I (strategi agresif) hal ini disebabkan karena peluang dan kekuatan
berpengaruh dominan dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman pada pemasaran ayam kampung unggul balitbang (KUB) serta
mengetahui strategi yang tepat dalam pemasaran ayam kampung unggul
balitbang (KUB) di Desa Laboy Jaya.
Metode penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive
(sengaja) dengan kriteria terdapat pelaku usaha ayam kampung unggul
balitbang (KUB) dan penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling
yang berjumlah 11 orang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, pesaing,
pedagang pengumpul dan konsumen. Sumber data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa
karakteristik responden, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instanasi
terkait serta literatur ilmiah dan penelitian terdahulu.
Hasil penelitian menunjukkan Kekuatan yang dimiliki oleh usaha ayam
kampung unggul balitbang (KUB), yaitu: (1) lebih mudah dipelihara
dibandingkan dengan ayam lainnya; (2) biaya pemeliharaan yang murah; (3)
bibit mudah didapat; (4) hasil yang didapat cukup menguntungkan; (4) tidak
membutuhkan lahan yang luas; (5) mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi
sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Kelemahan yang dimiliki oleh usaha ayam
kampung unggul balitbang (KUB), yaitu: (1) persentase ayam yang diberikan
berjumlah sedikit; (2) tenaga pendampingan teknis terbatas; (3) Keterampilan
beternak masih kurang; (4) pembinaan dan bimbingan masyarakat terkait
pengusahaan ayam masih terbatas; (5) bersaing dengan komoditi lainnya
seperti ayam kampung local; (6) ketersediaan sapronak terbatas; (7)
segemntasi pasar daging dan telur ayam kampung. Peluang yang dimiliki oleh
usaha ayam kampung unggul balitbang (KUB), yaitu : (1) peminatnya mulai
dari kalangan ekonomi kelas bawah, menengah dan atas; (2) mudah diterima
pasar; (3) penerimaan cukup tinggi sehingga dapat dijadikan kesempatan
bisnis; (4) transportasi yang memadai; (5) kesadaran masyarakat terhadap
makanan yang sehat dan bergizi. Ancaman yang dimiliki oleh usaha ayam
kampung unggul balitbang (KUB), yaitu : (1) ayam rentan terserang penyakit
saat menghadapi musim pancaroba; (2) gangguan kesehatan manusia; (3)
persaingan tidak sehat; (4) adanya rumah tangga miskin yang tidak
meneriman bantuan sehingga menimbulkan gejolak sosial; (5) fluktuasi harga
pakan. Pemasaran ayam kampung unggul balitbang (KUB) berada di posisi
kuadran I (strategi agresif) hal ini disebabkan karena peluang dan kekuatan
berpengaruh dominan dibandingkan dengan kelemahan dan ancaman.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-02-26T04:01:20Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah