Interaksi Kascing Dan Poc Daun Kersen Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium Fistulosum L) Di Tanah Pmk
Apriliana, Anggi Selvia
Bawang Daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman hortkultura yang
banyak dikonsumsi karena mengandung protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat
besi, vitamin A, vitamin C, kalori dan lemak sehingga cocok digunakan sebagai
bahan masakan. Di provinsi Riau petani bawang daun dapat dikategorikan dalam
jumlah sedikit karena kondisi tanah PMK (Podsolik Merah Kuning) yang miskin
unsur hara, porositas kurang bagus dan pH masam. Sehingga di perlukan
penambahan bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, bilogi dan kimia tanah.
Salah satu solusi ialah menambahkan pupuk organik kascing hal ini bertujuan untuk
memperbaiki struktur tanah. Pemberian kascing dikombinasikan dengan POC daun
kersen, dimana POC daun kersen di aplikasikan dengan cara penyemprotan, hal ini
bertujuan agar penyerapan hara lebih maksimal terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman bawang daun (Allium fistulosum L).
Penelitian laksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua factor yaitu K (Kascing).
Terdiri dari 4 taraf , dan faktor D (Daun kersen) volume 250 ml terdiri dari 4 taraf ,
dan masing-masing ada 3 ulangan, Jumlah satuan percobaan sebanyak 48 plot,
setiap plot terdiri dari 3 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel. Adapun taraf
perlakuan adalah Faktor K0 tanpa pemberian kascing, K1 pemberian kascing 200
g/plot, K2 pemberian kascing 400 g/plot, K3 pemberian kascing 600 g/plot. Faktor
D0 tanpa pemberian POC daun kersen, D1 pemberian POC daun kersen konsentrasi
25%, D2 pemberian POC daun kersen konsentrasi 50%, D3 pemberian POC daun
kersen konsentrasi 75%.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan interaksi kascing dan POC daun
kersen berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah
anakan, bobot segar dan bobot konsumsi. Dengan perlakuan terbaik yaitu pada
perlakuan K3D3 dengn kascing 600 g/plot dan POC daun kersen 75%.
banyak dikonsumsi karena mengandung protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat
besi, vitamin A, vitamin C, kalori dan lemak sehingga cocok digunakan sebagai
bahan masakan. Di provinsi Riau petani bawang daun dapat dikategorikan dalam
jumlah sedikit karena kondisi tanah PMK (Podsolik Merah Kuning) yang miskin
unsur hara, porositas kurang bagus dan pH masam. Sehingga di perlukan
penambahan bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, bilogi dan kimia tanah.
Salah satu solusi ialah menambahkan pupuk organik kascing hal ini bertujuan untuk
memperbaiki struktur tanah. Pemberian kascing dikombinasikan dengan POC daun
kersen, dimana POC daun kersen di aplikasikan dengan cara penyemprotan, hal ini
bertujuan agar penyerapan hara lebih maksimal terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman bawang daun (Allium fistulosum L).
Penelitian laksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua factor yaitu K (Kascing).
Terdiri dari 4 taraf , dan faktor D (Daun kersen) volume 250 ml terdiri dari 4 taraf ,
dan masing-masing ada 3 ulangan, Jumlah satuan percobaan sebanyak 48 plot,
setiap plot terdiri dari 3 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel. Adapun taraf
perlakuan adalah Faktor K0 tanpa pemberian kascing, K1 pemberian kascing 200
g/plot, K2 pemberian kascing 400 g/plot, K3 pemberian kascing 600 g/plot. Faktor
D0 tanpa pemberian POC daun kersen, D1 pemberian POC daun kersen konsentrasi
25%, D2 pemberian POC daun kersen konsentrasi 50%, D3 pemberian POC daun
kersen konsentrasi 75%.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan interaksi kascing dan POC daun
kersen berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah
anakan, bobot segar dan bobot konsumsi. Dengan perlakuan terbaik yaitu pada
perlakuan K3D3 dengn kascing 600 g/plot dan POC daun kersen 75%.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-04T02:15:24Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah