Desain Dananalisis Penggantianmesin Diesel Menjadi motor induksi Pada mesin Pencacah sampah organik
Hardian, Rizky
Mesin pencacah organik digunakan untuk menghaluskan dan mencacah bahan
seperti ranting dan kayu kering untuk produksi pupuk organik. Mesin ini umumnya
menggunakan mesin diesel sebagai penggerak, yang menghasilkan emisi CO dan
NOx serta kebisingan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan
menganalisis konversi mesin diesel menjadi motor induksi pada mesin pencacah
sampah organik untuk mengurangi dampak lingkungan dan biaya operasional.
Hasil dari desain dan analisis penggantian mesin diesel menjadi motor induksi
pada alat pencacah sampah organik. Mengkonversikan mesin diesel dengan
kapasitas 7 HP, 2600 rpm, 19,171 Nm. namun aktual penggunaanya hanya di
kisaran rentang 1300 rpm dengan torsi 38,34 Nm sampai 1500 rpm dengan torsi
33,22 Nm. Sehingga motor induksi yang digunakan sebesar 7,5 HP, 4 pole, 1500
rpm dan torsi 35,6 Nm. Konsumsi energi yang terpakai oleh mesin diesel
dibandingkan dengan motor induksi pada tes tanpa beban menghabiskan biaya
sebesar Rp.6800/jam dibandingkan Rp.4660/jam, tes dengan beban ranting kayu
sebesar Rp.9.057/jam dibandingkan 5.367/jam, dan tes pada pelepah sawit dengan
biaya sebesar Rp.10.244/jam dibandingkan 5.894/jam. Dampak yang ditimbulkan
mesin diesel terhadap lingkungan lebih tinggi. kadar CO sebesar 213 ppm dengan
Tingkat kebisingan sebesar 85 dB. Motor induksi lebih ramah terhadap lingkungan
dengan kadar kebisingan yang rendah berkisaran 69 dB dan tidak memiliki emisi
gas buang.
seperti ranting dan kayu kering untuk produksi pupuk organik. Mesin ini umumnya
menggunakan mesin diesel sebagai penggerak, yang menghasilkan emisi CO dan
NOx serta kebisingan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan
menganalisis konversi mesin diesel menjadi motor induksi pada mesin pencacah
sampah organik untuk mengurangi dampak lingkungan dan biaya operasional.
Hasil dari desain dan analisis penggantian mesin diesel menjadi motor induksi
pada alat pencacah sampah organik. Mengkonversikan mesin diesel dengan
kapasitas 7 HP, 2600 rpm, 19,171 Nm. namun aktual penggunaanya hanya di
kisaran rentang 1300 rpm dengan torsi 38,34 Nm sampai 1500 rpm dengan torsi
33,22 Nm. Sehingga motor induksi yang digunakan sebesar 7,5 HP, 4 pole, 1500
rpm dan torsi 35,6 Nm. Konsumsi energi yang terpakai oleh mesin diesel
dibandingkan dengan motor induksi pada tes tanpa beban menghabiskan biaya
sebesar Rp.6800/jam dibandingkan Rp.4660/jam, tes dengan beban ranting kayu
sebesar Rp.9.057/jam dibandingkan 5.367/jam, dan tes pada pelepah sawit dengan
biaya sebesar Rp.10.244/jam dibandingkan 5.894/jam. Dampak yang ditimbulkan
mesin diesel terhadap lingkungan lebih tinggi. kadar CO sebesar 213 ppm dengan
Tingkat kebisingan sebesar 85 dB. Motor induksi lebih ramah terhadap lingkungan
dengan kadar kebisingan yang rendah berkisaran 69 dB dan tidak memiliki emisi
gas buang.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-06T04:53:18Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah