Pendugaan Potensi Karbon Di Kawasan Lindung Hutan Tanaman Industri Acacia CRASSICARPA
Saputra, Rivaldi Bayu
Indonesia mengalami peningkatan emisi gas rumah kaca secara signifikan
dalam beberapa tahun terakhir dikarenakan pertumbuhan industri, transportasi, dan
pembakaran hutan. Pengurangan emisi dapat dilakukan melalui pengelolaan hutan
dan lahan berkelanjutan, dengan sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) sebagai
salah satu kontributor potensial dalam mitigasi ini. Sesuai Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (PerMen LHK RI) No:
P.12/MENLHK-II/2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri, areal kerja
HTI harus memiliki kawasan lindung seluas setidaknya 10% areal konsesi.
Kawasan Lindung HTI yang dikelola oleh PT. Arara Abadi di Distrik Siak memiliki
peran penting dalam menjaga keberlanjutan hutan tanaman industri dan melindungi
keanekaragaman hayati serta ekosistem yang ada di dalamnya. Pendugaan potensi
karbon di kawasan ini menjadi kunci untuk pengelolaan sumber daya hutan yang
berkelanjutan dan mitigasi emisi gas rumah kaca yang lebih efektif. Informasi ini
akan memberikan pemahaman lebih baik tentang kontribusi kawasan lindung
terhadap upaya mitigasi. Hal inilah yang menyebabkan penulis melakukan
penelitian dengan judul “Pendugaan Potensi Karbon di Kawasan Lindung
Hutan Tanaman Industri Acacia crassicarpa”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi jumlah cadangan karbon
yang tersimpan di dalam Kawasan Lindung HTI PT. Arara Distrik Siak. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan memberikan informasi yang berharga bagi
berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan kawasan lindung dalam
perencanaan pengelolaan kawasan lindung HTI secara berkelanjutan.
Penelitian dilakukan di kawasan lindung seluas 8.696,34 ha, yang terbagi
atas beberapa blok kawasan yaitu sempadan sungai, kawasan pelestarian plasma
nutfah (KPPN), daerah perlindungan satwa liar (DPSL), dan buffer zone (kawasan
penyangga). Intensitas sampling yang digunakan sebesar 0,05% dengan jumlah plot
penelitian sebanyak 109 plot, yang persebarannya ditentukan dengan metode
purposive sampling with random start. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung
estimasi simpanan karbon yang ada pada seluruh tingkat vegetasi baik itu pohon,
tiang, pancang, tegakan mati (nekromassa). Pengukuran dilakukan secara nondestructive yaitu dengan mengukur diameter objek penelitian, serta serasah dan
tumbuhan bawah secara destructive yaitu dengan menimbang berat sampel yang
berada di dalam plot yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya blok kawasan sempadan sungai
menyumbang biomassa sebesar 203,28 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 101,64
ton/ha, blok kawasan pelestarian plasma nutfah (KPPN) menyumbang biomassa
sebesar 281,18 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 140,59 ton/ha, blok kawasan
perlindungan satwa liar menyumbang biomassa sebesar 268,53 ton/ha dan
cadangan karbon sebesar 134,27 ton/ha, sedangkan blok buffer zone menyumbang
biomassa sebesar 181,31 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 90,65 ton/ha. Hasil
konversi keseluruhan blok kawasan lindung yaitu biomassa sebesar 211,83 ton/ha
dan cadangan karbon sebesar 105,92 ton/ha.
dalam beberapa tahun terakhir dikarenakan pertumbuhan industri, transportasi, dan
pembakaran hutan. Pengurangan emisi dapat dilakukan melalui pengelolaan hutan
dan lahan berkelanjutan, dengan sektor Hutan Tanaman Industri (HTI) sebagai
salah satu kontributor potensial dalam mitigasi ini. Sesuai Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (PerMen LHK RI) No:
P.12/MENLHK-II/2015 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri, areal kerja
HTI harus memiliki kawasan lindung seluas setidaknya 10% areal konsesi.
Kawasan Lindung HTI yang dikelola oleh PT. Arara Abadi di Distrik Siak memiliki
peran penting dalam menjaga keberlanjutan hutan tanaman industri dan melindungi
keanekaragaman hayati serta ekosistem yang ada di dalamnya. Pendugaan potensi
karbon di kawasan ini menjadi kunci untuk pengelolaan sumber daya hutan yang
berkelanjutan dan mitigasi emisi gas rumah kaca yang lebih efektif. Informasi ini
akan memberikan pemahaman lebih baik tentang kontribusi kawasan lindung
terhadap upaya mitigasi. Hal inilah yang menyebabkan penulis melakukan
penelitian dengan judul “Pendugaan Potensi Karbon di Kawasan Lindung
Hutan Tanaman Industri Acacia crassicarpa”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi jumlah cadangan karbon
yang tersimpan di dalam Kawasan Lindung HTI PT. Arara Distrik Siak. Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan memberikan informasi yang berharga bagi
berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan kawasan lindung dalam
perencanaan pengelolaan kawasan lindung HTI secara berkelanjutan.
Penelitian dilakukan di kawasan lindung seluas 8.696,34 ha, yang terbagi
atas beberapa blok kawasan yaitu sempadan sungai, kawasan pelestarian plasma
nutfah (KPPN), daerah perlindungan satwa liar (DPSL), dan buffer zone (kawasan
penyangga). Intensitas sampling yang digunakan sebesar 0,05% dengan jumlah plot
penelitian sebanyak 109 plot, yang persebarannya ditentukan dengan metode
purposive sampling with random start. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung
estimasi simpanan karbon yang ada pada seluruh tingkat vegetasi baik itu pohon,
tiang, pancang, tegakan mati (nekromassa). Pengukuran dilakukan secara nondestructive yaitu dengan mengukur diameter objek penelitian, serta serasah dan
tumbuhan bawah secara destructive yaitu dengan menimbang berat sampel yang
berada di dalam plot yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya blok kawasan sempadan sungai
menyumbang biomassa sebesar 203,28 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 101,64
ton/ha, blok kawasan pelestarian plasma nutfah (KPPN) menyumbang biomassa
sebesar 281,18 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 140,59 ton/ha, blok kawasan
perlindungan satwa liar menyumbang biomassa sebesar 268,53 ton/ha dan
cadangan karbon sebesar 134,27 ton/ha, sedangkan blok buffer zone menyumbang
biomassa sebesar 181,31 ton/ha dan cadangan karbon sebesar 90,65 ton/ha. Hasil
konversi keseluruhan blok kawasan lindung yaitu biomassa sebesar 211,83 ton/ha
dan cadangan karbon sebesar 105,92 ton/ha.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-11-25T04:41:17Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah