• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Warta Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Semua Komputer Filsafat Agama Ilmu-ilmu Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Kesusastraan Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI I
  2. Katalog
  3. Pembuktian Akses Ilegal Dalam Penyelidikan Tindak Pidana Uja...
THESIS
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Pembuktian Akses Ilegal Dalam Penyelidikan Tindak Pidana Ujaran Kebencian Berdasarkan Undangundang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik

Sihotang, Edi Fran

Pembuktian tindak pidana akses komputer dan/atau sistem elektronik secara tidak
sah pada penyelidikan sering mengalami hambatan-hambatan, dimulai dari
pengakuan terhadap alat bukti elektronik yang masih menjadi persoalan, kesulitan
menangkap tersangka dan penyitaan barang bukti. Kesulitan menangkap tersangka
karena para pelaku kejahatan dapat melakukan akses tidak sah ini dimana saja dan
kapan saja dengan hanya menggunakan komputer dan jaringan internet. Barang
bukti yang dugunakan juga dapat berupa data atau software perangkat lunak yang
tidak dapat disentuh secara fisik, barang bukti juga sangat mudah untuk
dimusnahkan oleh pelaku yaitu dengan cara menghapus data ataupun software
yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Kesulitan pembuktian akses ilegal
disebabkan karena sarana prasarana yang dimiliki oleh Kepolisian juga
kekurangan untuk mengungkap pembuktian akses ilegal dalam penyelidikan
tindak pidana ujaran kebencian. Susahnya melakukan penangkapan karena tidak
diketahui secara pasti identitas pelaku ilegal akses tersebut. Serta peralatan
lainnya yang tidak mendukung seperti belum adanya laboratorium digital
forensik. Peralatan penunjang lainnya juga tidak memadai untuk pengungkapan
kasus ilegal akses tersebut. Rumusan masalah yang dikemukakan adalah
bagaimana Pembuktian Akses Ilegal Dalam Penyelidikan Tindak Pidana Ujaran
Kebencian Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan
Transaksi Elektronik, bagaimana hambatan dan upaya mengatasi hambatan.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif sehingga hasil penelitian ini
bersifat deskriptif analisis..Hasil pembahasan menyatakan bahwa Pembuktian
Akses Ilegal Dalam Penyelidikan Tindak Pidana Ujaran Kebencian Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik hanya
menggunakan print screenshot ujaran kebencian, bukti alat-alat elektronik yang
digunakan untuk memposting (menyebarkan) ujaran kebencian seperti handphone
dan notebook, keterangan saksi-saksi dan korban, serta keterangan dari saksi ahli
yang dianggap memliki kemampuan untuk menganalisis keaslian dari alat-alat
bukti elektronik yang diperoleh yang tidak mendukung pidana akses ilegal
sehingga tersangka sering di putus ringan akibat pembuktian yang tidak
sempurna. Hambatan Pembuktian Akses Ilegal Dalam Penyelidikan Tindak
Pidana Ujaran Kebencian Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016
Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang
Informasi Dan Transaksi Elektronik adalah karena sarana dan parasarana yang
tidak mendukung proses penyidikan, kartu handphone yang tidak diregistrasi dan
kurangnya kesadaran masayarakat. Upaya Mengatasi Hambatan Pembuktian
Akses Ilegal Dalam Penyelidikan Tindak Pidana Ujaran Kebencian Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik adalah
dengan tindakan preventif dan represif.
Informasi Repositori
Jenis
Thesis
Detail Information
Tahun
2022
Bahasa
id
Last Updated
2024-03-14T05:02:42Z
Subjects / Keywords
K Law (General)
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI I
PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI I
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 1.353
Online: 1.353 Onsite: 0
Bulan ini 79.330
Online: 79.327 Onsite: 3
Total 132.652
Online: 127.863 Onsite: 4.789

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar