Persamaan dan perbedaan unsur logam benda-benda perunggu Sumatera bagian utara dengan benda-benda perunggu Jawa Tengah
Soedewo, Ery
Kebudayaan India (Hindu-Buddha) masuk ke Nusantara membawa sejumlah perubahan dalam kebudayaan penghuni kepulauan tersebut. Salah satu unsur budaya yang terpengaruh adalah konsep-konsep religi yang berasal dari agama Hindu dan
Buddha. Unsur religi tersebut diwujudkan dalam bentuk-bentuk seperti bangunan sakral (candi), alat-alat upacara (arca, genta, khakhara dll), maupun pertulisan (prasasti dan naskah). Salah satu bahan pembentuk hasil budaya material itu adalah logam, yang salah satu jenisnya adalah perunggu. Ketika kebudayaan India masuk ke kawasan kepulauan, para penghuni Nusantara tidak serta-merta mengadopsi konsep pembuatan benda-benda perunggu dari India. Melalui analisis XRF (X Ray Fluorescence) terhadap benda-benda perunggu dari masa pengaruh kebudayaan India di Pulau Jawa dan
Sumatera bagian utara diketahui, bahwa tidak satupun artefak perunggu dari kedua pulau
itu yang unsur penyusunnya berpedoman pada kaidah dari India (utara maupun selatan)
yang dikenal sebagai astadhatu dan pancaloha. Penerapan pengaruh dari India terlihat
pada upaya pemenuhan konsep religi yang melatarbelakangi ujud dari objek perunggu
yang dibuat, khususnya yang berupa arca. Hal itu terlihat pada pemilihan jenis logam
tertentu sebagai unsur dominan penyusun arca perunggu. Hal lain yang berhasil
diungkap adalah sejumlah persamaan dan perbedaan unsur-unsur penyusun antara
artefak perunggu dari Sumatera bagian utara dibanding objek sejenis dari Pulau Jawa.
Buddha. Unsur religi tersebut diwujudkan dalam bentuk-bentuk seperti bangunan sakral (candi), alat-alat upacara (arca, genta, khakhara dll), maupun pertulisan (prasasti dan naskah). Salah satu bahan pembentuk hasil budaya material itu adalah logam, yang salah satu jenisnya adalah perunggu. Ketika kebudayaan India masuk ke kawasan kepulauan, para penghuni Nusantara tidak serta-merta mengadopsi konsep pembuatan benda-benda perunggu dari India. Melalui analisis XRF (X Ray Fluorescence) terhadap benda-benda perunggu dari masa pengaruh kebudayaan India di Pulau Jawa dan
Sumatera bagian utara diketahui, bahwa tidak satupun artefak perunggu dari kedua pulau
itu yang unsur penyusunnya berpedoman pada kaidah dari India (utara maupun selatan)
yang dikenal sebagai astadhatu dan pancaloha. Penerapan pengaruh dari India terlihat
pada upaya pemenuhan konsep religi yang melatarbelakangi ujud dari objek perunggu
yang dibuat, khususnya yang berupa arca. Hal itu terlihat pada pemilihan jenis logam
tertentu sebagai unsur dominan penyusun arca perunggu. Hal lain yang berhasil
diungkap adalah sejumlah persamaan dan perbedaan unsur-unsur penyusun antara
artefak perunggu dari Sumatera bagian utara dibanding objek sejenis dari Pulau Jawa.
Detail Information
- Publisher
- Balai Arkeologi Yogyakarta
- Tahun
- 2012
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-01-22T05:09:00Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah