Model pembelajaran dalam pelatihan kewirausahaan bagi anak putus sekolah
Wahyudi, Dadang; Herlianthy, Sri Lilis; Sofyan, Agus; Juwitaningsih, Desy; Suwanto, Suwanto; Nurfalah, Yuyun
Model Pembelajaran Dalam Pelatihan Kewirausahaan Bagi Anak Putus Sekolah merupakan upaya sistematis yang dilakukan untuk membekali dan menguatkan kemampuan peserta dalam mengelola potensi diri untuk memulai merintis usaha.
Hadirnya model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi instruktur dan pengelola program kursus dan pelatihan dalam melaksanakan pembelajaran pada pelatihan kewirausahaan bagi anak putus sekolah.
Pembelajaran dalam Pelatihan Kewirausahaan Bagi Anak Putus Sekolah menggunakan Problem Base Learning atau Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu suatu pengkondisian belajar yang menggunakan masalah sebagai tema sentral yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi tahapan identifikasi masalah, memilih solusi dan menerapkan solusi.
Permasalahan dapat digali melalui curah pendapat berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki, praktik langsung, diskusi atau melalui permainan. Oleh karena itu dalam model pembelajaran ini menggunakan metode yang bervariasi dengan dominasi praktek secara langsung sehingga diharapkan
pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan. Model ini didukung dengan media dan bahan balajar yang menjadi pegangan peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran.
Proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran
berbasis masalah diarahkan agar peserta didik terlatih dan mampu menyelesaikan masalah secara sistimatis, dan logis dengan membawa dunia nyata kedalam kelas. Melalui proses ini diharapkan peserta didik dapat menghayati secara langsung terhadap masalah yang dihadapi. Pada akhir pelatihan peserta diharapkan memiliki kemampuan merencanakan usaha,
mengembangkan dan memanfaatkan produk yang dibuat untuk kegiatan usaha, dan melaksanakan usaha untuk memulai merintis usaha, serta memecahkan permasalahan secara sistimatis dan logis.
Dalam pengembangan model ini kemampuan kewirausahaan yang dimiliki peserta, baru mencapai tahap memulai merintis usaha, untuk itu diperlukan tindak lanjut berupa penguatan kemampuan melaksanakan usaha melalui pendampingan pelaksanaan usaha dan pengembangan usaha, sehingga
kemampuan kewirausahaan dapat dimiliki secara utuh.
Hadirnya model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi instruktur dan pengelola program kursus dan pelatihan dalam melaksanakan pembelajaran pada pelatihan kewirausahaan bagi anak putus sekolah.
Pembelajaran dalam Pelatihan Kewirausahaan Bagi Anak Putus Sekolah menggunakan Problem Base Learning atau Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu suatu pengkondisian belajar yang menggunakan masalah sebagai tema sentral yang dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi tahapan identifikasi masalah, memilih solusi dan menerapkan solusi.
Permasalahan dapat digali melalui curah pendapat berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki, praktik langsung, diskusi atau melalui permainan. Oleh karena itu dalam model pembelajaran ini menggunakan metode yang bervariasi dengan dominasi praktek secara langsung sehingga diharapkan
pembelajaran akan lebih menarik dan tidak membosankan. Model ini didukung dengan media dan bahan balajar yang menjadi pegangan peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif dalam mengikuti setiap kegiatan pembelajaran.
Proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran
berbasis masalah diarahkan agar peserta didik terlatih dan mampu menyelesaikan masalah secara sistimatis, dan logis dengan membawa dunia nyata kedalam kelas. Melalui proses ini diharapkan peserta didik dapat menghayati secara langsung terhadap masalah yang dihadapi. Pada akhir pelatihan peserta diharapkan memiliki kemampuan merencanakan usaha,
mengembangkan dan memanfaatkan produk yang dibuat untuk kegiatan usaha, dan melaksanakan usaha untuk memulai merintis usaha, serta memecahkan permasalahan secara sistimatis dan logis.
Dalam pengembangan model ini kemampuan kewirausahaan yang dimiliki peserta, baru mencapai tahap memulai merintis usaha, untuk itu diperlukan tindak lanjut berupa penguatan kemampuan melaksanakan usaha melalui pendampingan pelaksanaan usaha dan pengembangan usaha, sehingga
kemampuan kewirausahaan dapat dimiliki secara utuh.
Detail Information
- Publisher
- PP PAUDNI Regional I Bandung
- Tahun
- 2013
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2018-12-05T03:02:42Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah