Nyam-nyam!
Susanti, Elisa Dwi
Di Hutan Way Kambas, musim kemarau yang berkepanjangan membuat stok pangan makin menipis, sehingga banyak hewan yang kelaparan. Ketika bermain bersama Moni dan Reo, Gagah melihat pisang matang di pohon. Ia pun menghabiskan pisang tersebut, lalu menyantap dedaunan hijau. Nyam-nyam! Hal itu membuat Moni dan Reo jengkel karena Gagah tidak berbagi makanan sama sekali dengan mereka. Gagah menyesal dan meminta maaf. Ia ingin menebus kesalahannya tersebut, tetapi bingung bagaimana caranya. Gagah pun berjalan menyusuri hutan yang pepohonannya tampak mengering, hingga tibalah ia di sebuah sungai besar. Gagah gembira karena di seberang sungai ada hutan yang masih subur dan hijau. Ia kembali ke teman-temannya dan mengajak mereka untuk ke sana. Namun, Moni dan Reo menolaknya karena mereka berdua tidak bisa berenang. Gagah pun menenangkan mereka. Ia segera berenang dan menyeberangkan kedua temannya tersebut. Mereka bertiga akhirnya bisa makan bersama-sama. Nyam-nyam, nyam-nyam!
Detail Information
- Publisher
- Kantor Bahasa Provinsi Lampung
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-05-02T01:08:22Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah