Grisel tialale hoi uru’e rado yana pei kota=sikap manis grisel dan rado si anak kota
Bety C. Rumkoda, Bety; Yunus Rumauru, Yunus; Evi Olivia Kumbangsila, Evi; Dudung Abdulah, Dul
Grisel seorang anak perempuan yang hidup bersama ayahnya, Manuel dan ibunya, Loretta. Mereka tinggal di kampung kecil yang bernama Rumalait. Grisel anak yang cantik, rajin, dan cerdas. Menjelang sore anak-anak turun ke pantai Ulaloko. Di sana mereka menikmati indahnya pantai. Grisel sering menemani orang tuanya ke hutan untuk bertanam sayur, kelapa, coklat dan pisang. Ketika panen, Grisel dan ibunya ke kota untuk menjual hasil kebun. Ketika libur sekolah, tante Grisel mengajaknya ke kota. Setibanya di kota, Grisel berjumpa dengan Rado dan Melani anak tante Lily. Selama Grisel tinggal di rumah tante Lily, teman-teman Melani dan Rado datang bermain. Saatnya tidur siang. Tante Lily mengajak mereka istirahat. Rado tetap bermain. Ia tidak mendengarkan nasihat ibunya. Melihat itu Grisel langsung membisik Rado “Jika kamu tidak beristirahat, tenaga kamu akan hilang dan kamu mudah untuk sakit, Rado,” kata Grisel mengingatkan. Setelah mendengar kata sakit, Rado cepat-cepat masuk ke kamar. Tante Lily senang karena kehadiran Grisel, Rado semakin berubah. Liburan selesai. Grisel akan kembali pulang. Melani, Rado dan teman-temannya sangat sedih. Grisel adalah saudara yang baik. Pesan Grisel supaya Rado dan teman-temanya menjadi anak yang baik. Mobil putih tiba di depan rumah Grisel. Serentak teman-teman Grisel berlari ke mobil itu. Mereka ingin melihat Grisel, di situ juga Melani dan Rado ikut ke kampung. Melani turut bergabung. Mereka menuju ke pantai kemudian berenang dan makan bersama-sama sambil cerita. Di sisi lain, Rado cemberut. Ia tak suka anak-anak kampung. Mendengar itu, Ayah Grisel mengajak Rado keluar. Ia membawanya ke pantai Ulaloko. Di sana ia melihat anak-anak kampung melompat bebas dari atas rakit. Ramai sekali. Di langit terang bulan. Anak-anak tampak ramai. Mereka bernyanyi riang, bertepuk tangan diiringi tifa dan ukulele (Gitar kecil yang terbuat dari kayu). “Rasa sayang e, rasa sayang sayang e… e lia dari jaoh rasa sayang, sayang e” Inilah yang membuat Rado dan Melani betah. Pagi-pagi sekali ayah Grisel pergi ke hutan. Ia akan memanen ubi jalar untuk dibawa pulang tante Lily ke kota. Saatnya Rado, Melani, dan ibunya kembali ke kota. Sepanjang jalan Trans Seram Teluk Elpaputih menuju ke kota, mereka dengan semangat terus bercerita tentang kampung. Sesampainya Rado di kota, dia langsung menceritakan pengalaman selama di kampung, begitupun Grisel kepada teman-temannya di kampung, seperti apa liburan Grisel ke Kota.
Detail Information
- Publisher
- Balai Bahasa Provinsi Maluku, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-25T22:23:18Z
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah