Habar bobaing ndinik Nale = kejutan manis buat Nale
Suatrat, Riyan; Borut, Romadhan
Di sebuah kampung di ujung kepulauan di wilayah timur, hiduplah seorang Ibu dengan anak perempuan bernama Nale. Enbal itu makanan pokok masyarakat di kampung tersebut. Setiap perempuan di sana harus menguasai cara membuat enbal. Biasanya mereka diajari sejak masih kecil. Ibu juga mengajari Nale, hanya saja Nale suka menghindar jika disuruh Ibu. Padahal, Nale suka sekali makan enbal. Suatu hari, kampung Nale heboh karena kedatangan rombongan dari kerajaan. Mereka membawa sebuah pengumuman penting dari raja. Isi pengumuman dibacakan oleh menteri kerajaan, yang isinya, Dikarenakan makin berkurangnya warga yang mampu membuat enbal, maka raja mengadakan sebuah sayembara. Semua warga diperbolehkan mengikuti sayembara ini. Raja menyiapkan hadiah besar bagi pemenangnya. Berita itu segera tersebar ke seantero kampung. Kurun waktu tiga hari itu dimanfaatkan semua warga demi menyiapkan enbal yang enak. Ladang-ladang kasbi dipenuhi orang dari yang tua hingga muda. Nale salah satunya. Dia sangat ingin mengikuti sayembara itu. Dia lalu mengutarakan keinginannya kepada Ibu. Sejak hari itu, Ibu membimbing Nale membuat enbal. Perlahan-lahan, Nale melakukan langkah-langkah sesuai bimbingan Ibu. Hingga malam menjelang, enbal hasil buatan Nale tidak memuaskan. Diapun belajar menerima kegagalan dan akan belajar memasak semua makanan bukan saja membuat enbal. Keesokan harinya, Nale dan Ibu bangun lebih awal. Mereka bergabung dengan warga lainnya yang juga menuju balai pertemuan. Acara pun dimulai. Tiap orang maju dan berikan enbalnya kepada para juru masak kerajaan. Paduka raja juga akan ikut mencicipi dan menilai enbal kalian. Ada enbal yang dicampur kacang, coklat, kopi, dan gula merah. Itu semua merupakan penemuan baru warga kampung tersebut. Mereka ingin enbal menjadi makanan yang disukai semua orang. Tiba saatnya pengumuman hasil penjurian. Setelah kepala koki selesai membacakan nama-nama pemenang, Menteri dibantu dayang-dayang memeriksa satu per satu ujung jari warga. Mereka juga memberikan hadiah yang dijanjikan raja atas mereka. Nale juga mendapat hadiah. Sebuah gelang emas berhias permata kecil kini menghiasi pergelangan tangannya. Oleh karena hadiah itu, dia sadar bahwa kerja keras akan membuahkan hasil yang menggembirakan.
Detail Information
- Publisher
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-26T07:46:42Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah