Sungai dalam kosmologi masyarakat Ngaju
Prastiwi, Septi Dhanik; Bayuardi, Galuh
Dalam kosmologi masyarakat Ngaju, sungai bukan hanya sekadar aliran air dengan sumber daya didalamnya yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Sungai dan alam dibawahnya dipercaya merupakan tempat tinggal bagi mahluk-mahluk adikodrati seperti Nabi Air, Kanarihing Ganan Danum, Tamban dan Naga serta Jaga. Oleh karena itu, manusia wajib menjaga hubungan baik dengan mereka dengan melakukan ritual dan pemberian sesaji.
Bagi masyarakat Ngaju, sungai dijadikan sebagai orientasi arah dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ngaju-ngawa (hulu-hilir), ngambu-ngiwa (tinggi-rendah) yang berorientasi ke sungai digunakan dalam penyebutan arah mata angin. Selain itu konsep ngaju-ngawa (hulu-hilir) juga digunakan sebagai pedoman tata spasial baik untuk bangunan rumah, bangunan sakral maupun pembagian ruang di dalam rumah. Air sungai juga memiliki makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat Ngaju. Air adalah danum Kaharingan (air kehidupan) yang dinilai mampu "membersihkan yang sudah bersih dan menyucikan yang sudah suci" sehingga air (sungai) sering digunakan dalam beberapa ritual.
Buku ini membahas bagaimana pengetahuan dan kepercayaan masyarakat Ngaju tentang sungai di desa Pangi, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Meski masyarakat Pangi tidak lagi memiliki interaksi yang intens dengan sungai seiring dengan pembangunan yang mengarah ke darat, namun yang menarik ternyata secara non fisik, pengetahuan dan kepercayaan tentang sungai masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat Ngaju, sungai dijadikan sebagai orientasi arah dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ngaju-ngawa (hulu-hilir), ngambu-ngiwa (tinggi-rendah) yang berorientasi ke sungai digunakan dalam penyebutan arah mata angin. Selain itu konsep ngaju-ngawa (hulu-hilir) juga digunakan sebagai pedoman tata spasial baik untuk bangunan rumah, bangunan sakral maupun pembagian ruang di dalam rumah. Air sungai juga memiliki makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat Ngaju. Air adalah danum Kaharingan (air kehidupan) yang dinilai mampu "membersihkan yang sudah bersih dan menyucikan yang sudah suci" sehingga air (sungai) sering digunakan dalam beberapa ritual.
Buku ini membahas bagaimana pengetahuan dan kepercayaan masyarakat Ngaju tentang sungai di desa Pangi, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Meski masyarakat Pangi tidak lagi memiliki interaksi yang intens dengan sungai seiring dengan pembangunan yang mengarah ke darat, namun yang menarik ternyata secara non fisik, pengetahuan dan kepercayaan tentang sungai masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-09-18T06:12:52Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah