Elang dempo menetaskan bujang berkurung di Istana Jelita
Trisman, B., Trisman, B.
Khazanah sastra Sumatera Selatan sebagai bagian dari
khazanah sastra Nusantara merupakan salah satu wahana bertumbuh dan berkembangnya berbagai cerita rakyat, baik lisan maupun tulis. Berbagai genre sastra tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan. Dalam berbagai genre sastra itu pun terdapat cerita-cerita yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan.
Salah satu karya sastra Sumatera Selatan yang sarat dengan kandungan nilai budaya adalah Puteri Enggah Bujang Berkurung (Putri dan Bujang Berkurung). Cerita ini berasal dari daerah Basemah (Lahat dan Pagaralam), kota dan kabupaten di Propivinsi Sumatera Selatan. Puteri Enggah Bujang Berkurung merupakan salah satu sastra lisan Basemah yang pernah dikumpulkan dan diindonesiakan
oleh Muslim Tuwi dkk. Sementara itu, narasumber adalah penutur asli Basemah yang bernama Siti Fatimah, berasal dari Pagaralam, Sumatera Selatan. Muslim Tuwi dkk. juga pernah melakukan telaah struktur terhadap cerita ini pada tahun 1998. Cerita Putri dan Bujang Berkurung itu penulis garap menjadi cerita anak dengan judul "Eiang Dempo Menetaskan Bujang Berkurung di lstana Jelita". Di samping itu, penulis melakukan beberapa pengurangan dan penambahan cerita. Hal itu penulis maksudkan semata-mata untuk membuat cerita lebih menarik.
khazanah sastra Nusantara merupakan salah satu wahana bertumbuh dan berkembangnya berbagai cerita rakyat, baik lisan maupun tulis. Berbagai genre sastra tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan. Dalam berbagai genre sastra itu pun terdapat cerita-cerita yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan.
Salah satu karya sastra Sumatera Selatan yang sarat dengan kandungan nilai budaya adalah Puteri Enggah Bujang Berkurung (Putri dan Bujang Berkurung). Cerita ini berasal dari daerah Basemah (Lahat dan Pagaralam), kota dan kabupaten di Propivinsi Sumatera Selatan. Puteri Enggah Bujang Berkurung merupakan salah satu sastra lisan Basemah yang pernah dikumpulkan dan diindonesiakan
oleh Muslim Tuwi dkk. Sementara itu, narasumber adalah penutur asli Basemah yang bernama Siti Fatimah, berasal dari Pagaralam, Sumatera Selatan. Muslim Tuwi dkk. juga pernah melakukan telaah struktur terhadap cerita ini pada tahun 1998. Cerita Putri dan Bujang Berkurung itu penulis garap menjadi cerita anak dengan judul "Eiang Dempo Menetaskan Bujang Berkurung di lstana Jelita". Di samping itu, penulis melakukan beberapa pengurangan dan penambahan cerita. Hal itu penulis maksudkan semata-mata untuk membuat cerita lebih menarik.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Bahasa
- Tahun
- 2004
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-11-04T06:59:03Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah