Cerita rakyat Alas
Hasbullah, Hasbullah
Cerita rakyat sebagai memori kolektif harus lestari dalam masyarakat. Cerita rakyat lahir dari pengaruh timbal balik faktor sosial budaya. Cerita rakyat merupakan objek budaya yang harus dijadikan pedoman oleh pendukungnya. Hal ini dikarenakan cerita rakyat mengandung nilai, norma, pesan, himbauan, dan misi tertentu. Bagi masyarakat tradisional, bercerita merupakan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam acara khusus, misalnya dalam upacara adat. Masyarakat tradisional mengundang pencerita untuk didengarkan oleh sekelompok anggota masyarakat. Cerita rakyat Alas juga mengandung nilai-nilai sejarah yang positif sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan si penutur cerita kepada pendukung budayanya. Ada pun unsur yang terkandung di dalam cerita rakyat Alas, di antaranya pendidikan,agama, adat istiadat serta pengetahuan sejarah lokal, yang nilai-nilainya masih dipedomani masyarakat Alas hingga sekarang.
Detail Information
- Publisher
- Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-02-24T09:49:11Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah