Jejak pertahanan Jepang di Sulawesi Tenggara
Andika, Saputra; Purnamasari, Nurul Adliyah
Jejak pertahanan Jepang di Sulawesi Tenggara dapat ditemukan di dalam kawasan Lapangan Udara (Pangkalan Militer TNI AU) Haluuleo. Kawasan ini adalah kawasan kekuasaan Jepang di wilayah Kendari, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, pada masa Perang Dunia II. Jejak pertahanan Jepang yang ditemukan tersebar di dalam kawasan ini antara lain bungker, baterai, struktur (WC, bak air, dan kolam air), dan temuan lepas.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bungker memiliki arti lubang perlindungan di bawah tanah atau ruangan yang dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dari serangan musuh biasanya berupa tumpukan pasir. Bungker juga dapat diartikan sebagai bangunan berbentuk persegi yang dibangun di bawah tanah, memiliki lorong dan ruangan. Selain sebagai lubang perlindungan dari serangan musuh, bungker juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan bakar kapal (arang atau minyak). Struktur fisik bungker adalah susunan bata yang dilekatkan dengan semen dan diberi rangka besi. Jumlah bungker yang ditemukan adalah 9 (sembilan) buah.
Baterai adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gudang persenjataan berat (meriam beroda). Fisik bangunan berbentuk persegi panjang menyerupai bangunan rumah dengan beragam ukuran. Baterai berjumlah 13 buah. Struktur yang diduga merupakan sisa bangunan WC, bak air, dan kolam air berada pada satu titik area di tepian sungai di dalam kawasan Pangkalan Militer TNI AU Haluuleo. Di dalam bangunan bungker, baterai dan struktur, juga di sekitarnya ditemukan temuan lepas, baik utuh maupun terfragmen (pecah-pecah). Temuan lepas tersebut antara lain tembikar, botol obat, keramik porselin, peluru, pembuka botol, dan botol minum.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata bungker memiliki arti lubang perlindungan di bawah tanah atau ruangan yang dipakai untuk pertahanan dan perlindungan dari serangan musuh biasanya berupa tumpukan pasir. Bungker juga dapat diartikan sebagai bangunan berbentuk persegi yang dibangun di bawah tanah, memiliki lorong dan ruangan. Selain sebagai lubang perlindungan dari serangan musuh, bungker juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan bahan bakar kapal (arang atau minyak). Struktur fisik bungker adalah susunan bata yang dilekatkan dengan semen dan diberi rangka besi. Jumlah bungker yang ditemukan adalah 9 (sembilan) buah.
Baterai adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gudang persenjataan berat (meriam beroda). Fisik bangunan berbentuk persegi panjang menyerupai bangunan rumah dengan beragam ukuran. Baterai berjumlah 13 buah. Struktur yang diduga merupakan sisa bangunan WC, bak air, dan kolam air berada pada satu titik area di tepian sungai di dalam kawasan Pangkalan Militer TNI AU Haluuleo. Di dalam bangunan bungker, baterai dan struktur, juga di sekitarnya ditemukan temuan lepas, baik utuh maupun terfragmen (pecah-pecah). Temuan lepas tersebut antara lain tembikar, botol obat, keramik porselin, peluru, pembuka botol, dan botol minum.
Detail Information
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2021-01-12T21:19:07Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah