Cara bercerita dalam film
Ariansyah, Mohammad
Film mempunyai kesanggupan untuk memainkan waktu dan
ruang, mengembangkan dan mempersingkatnya, menggerak dan memajukan atau memundurkannya secara bebas. Dengan demikian sesungguhnya film adalah sebuah seni yang tinggi sekaligus menjadi seni yang paling penting di abad ini. Tapi ironisnya, kita tidak pernah mempertanyakan bagaimana sebuah film melewati prosesnya untuk menjadi produk film yang siap memberikan kepada kita segenap informasi, hiburan sekaligus pelajaran. Dalam membuat sebuah film yang berkualitas banyak faktor yang mempengaruhinya mulai dari skenario, penyutradaraan, tata suara, tata musik, cahaya, kamera, editing hingga apresiasinya. Saat ini sedikit sekali referensi atau sumber bacaan yang mumpuni baik secara akadernis dan praktis yang memenuhi akan kebutuhan tersebut. Pusat Pengembangan Perfilman, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai instansi pemerintah yang berkewajiban untuk mengembangkan perfilman Indonesia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berupaya menyediakan kebutuhan akan sumber bacaan tentang perfilman. Atas dasar itu, maka sejak tahun 2016 telah ditulis 3 (tiga) seri buku perfiman yaitu seriApresiasi Film, seri Produksi Film, dan seri Animasi.
Buku perfilman ini boleh dibilang sebagai seri buk:u yang memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana membaca sebuah film. Sangat langka buk:u yang secara khusus membicarakan perfilman. Maka seri buku perfilman ini menjadi buk:u yang sangat penting sebagai sumber referensi bagi masyarakat, khususnya kalangan perfilman.
ruang, mengembangkan dan mempersingkatnya, menggerak dan memajukan atau memundurkannya secara bebas. Dengan demikian sesungguhnya film adalah sebuah seni yang tinggi sekaligus menjadi seni yang paling penting di abad ini. Tapi ironisnya, kita tidak pernah mempertanyakan bagaimana sebuah film melewati prosesnya untuk menjadi produk film yang siap memberikan kepada kita segenap informasi, hiburan sekaligus pelajaran. Dalam membuat sebuah film yang berkualitas banyak faktor yang mempengaruhinya mulai dari skenario, penyutradaraan, tata suara, tata musik, cahaya, kamera, editing hingga apresiasinya. Saat ini sedikit sekali referensi atau sumber bacaan yang mumpuni baik secara akadernis dan praktis yang memenuhi akan kebutuhan tersebut. Pusat Pengembangan Perfilman, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai instansi pemerintah yang berkewajiban untuk mengembangkan perfilman Indonesia sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah berupaya menyediakan kebutuhan akan sumber bacaan tentang perfilman. Atas dasar itu, maka sejak tahun 2016 telah ditulis 3 (tiga) seri buku perfiman yaitu seriApresiasi Film, seri Produksi Film, dan seri Animasi.
Buku perfilman ini boleh dibilang sebagai seri buk:u yang memberikan pengetahuan kepada kita bagaimana membaca sebuah film. Sangat langka buk:u yang secara khusus membicarakan perfilman. Maka seri buku perfilman ini menjadi buk:u yang sangat penting sebagai sumber referensi bagi masyarakat, khususnya kalangan perfilman.
Detail Information
- Publisher
- Pusat Pengembangan Perfilman
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2022-07-04T07:26:43Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah