• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI I
  2. Katalog
  3. Buletin narasimha - no. 01/I/2008
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Buletin narasimha - no. 01/I/2008

Kemendikbud, Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Narasimha merupakan awatara Dewa Wisnu dalam bentuk demonis untuk membebaskan dunia dari Hiranyakasipu, seorang daitya yang amat berkuasa. Raja tersebut tidak bisa dimusnahkan dalam kondisi situasi normal. Oleh karena itu, dalam pembebasan itu Dewa Wisnu digambarkan sebagai dewa yang amat “murka” yakni berupa separuh manusia dan separuh singa yang merobek isi perut (dada) asura tersebut. Di samping itu, lokasi murka Wisnu tersebut diambang pintu ruang dan waktu peristiwa pada saat senja. Secara mitologis turunnya awatara Wisnu ini adalah pada masa kali (kaliyuga), yakni suatu masa keruntuhan yang dipenuhi dengan dosa, sehingga dewa pun harus bertindak tegas bahkan berwujud kejam agar dunia tetap berdiri.

Sebagai sebuah produk budaya yang dilatarbelakangi konsep kosmogonis, arca merupakan ‘ikon’ pemujaan yang hidup bersama-sama secara kultural para pembuat maupun pemujanya. Jika kita kembali ke masa Mataram Kuna Jawa Tengah, setidaknya kita mendapati adanya anasir-anasir tentang seorang tokoh yang juga mempunyai gelar epiteton sebagai “ pembunuh musuh atau pelindung dunia “. Di dalam parsasti Kelurak (704 Saka) menyebut seorang tokoh bernama Dharanindra Sanggrama Dhananjaya – sebagai keturunan dinasti Sailendra – yang menyandang gelar sebagai ‘wirawairimanthana’ atau pembunuh musuh.

Temuan arca Narasimha dari situs Sumur Bandung, Sambirejo, Prambanan, Sleman DIY ini tentunya juga dapat menjadi sebuah representasi manusia pada masanya. Jika Narasimha sering dikaitkan dengan masa kaliyuga dimana merupakan suatu masa penuh kerusakan dan kegoncangan, maka bias ditarik suatu hipotesa dini bahwa pada suatu waktu di zaman Mataram Kuna (baca : Mataram Kuna periode Prambanan) pernah terjadi suatu kondisi yang tidak stabil. Seringkali ketidakstabilan ini lebih banyak terjadi dalam bidang politik yang tentunya juga berimbas pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya.

Belum dapat dipastikan mengenai kurun waktu yang tepat mengenai hipotesa tersebut. Namun lain halnya dengan catatan dari masa yang lebih muda yakni dari masa Kertanegara. Ia dikenal dengan sebutan Narasimhamurti atau titisan Narasimha. Sebagai Narasimhamurti, Kertanegara banyak melakukan pembasmian penjahat keji, peperangan dengan Malayu serta melakukan penyerangan terhadap Bali dari kurun waktu 1192 Saka hingga 1206 Saka. Tampak jika ia berusaha menghilangkan dengan tangan besi segala rintangan-rintangan untuk membebaskan dunia dari cengkeraman kaliyuga.

Adakah korelasi positif antara arca Narasimha dari situs Sumur Bandung dengan dinasti Sailendra yang pada pertengahan abad kedelapan sedang gencar-gencarnya melakukan politik ekspansi perluasan wilayah, tidak hanya di pulau Jawa bahkan hingga seberang lautan. Hal tersebut merupakan interpretasi nilai konteks sosio kultural keberadaan arca Narasimha. Pertanyaan berikut, adakah korelasi antara aspek kosmologis Narasimha dengan nilai filosofis yang mempunyai arti penting yang relevan untuk saat ini.

Memperhatikan aspek mitologis Narasimha, maka ada beberapa makna yang perlu dicatat. Narasimha pada dasarnya merefleksikan sebuah tindakan yang didasarkan kepada sikap kritis dalam menyelesaikan permasalahan yaitu membunuh Hiranyakasipu (angkara murka) yang tidak bisa dimusnahkan oleh manusia pada waktu siang atau malam dan diluar maaupun di dalam. Sikap kritis didasarkan kepada alternatif tindakan yang dilakukan, yaitu dengan perwujudan seperti mitologi dan ciri-ciri penggambaran arca tersebut diatas.

Alternatif kritis tersebut dikonfigurasikan dengan berbagai cara, yaitu tindakan untuk mengatasi tantangan yang ada dengan pilihan waktu, pilihan lokasi, dan pilihan pendekatan yang tepat dalam memberikan solusi. Pola pikir tersebut masih relevan bagi kondisi sekarang. Upaya-upaya konkrit yang kita lakukan dalam pelestarian sumber daya arkeologi, baik pendekatan aksi bersifat fisik atau material maupun langkahlangkah implementasi presentasinya juga harus mereflleksikan pola pikir alternatif kritis tersebut.

Upaya presentasi sumberdaya arkeologi salah satunya dapat menggunakan media publik tercetak. Berkoherensi dengan hal itu visi – misi tulisan dalam buletin ini bukan untuk menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, mencoba memberi kontribusi pemikiran dan wahana media komunikasi untuk pemahaman upaya pelestarian sumber daya arkeologi sebagaimana pendekatan sikap kritis Narasimha dalam mengurai permasalahan dan tantangan zamannya.
Detail Information
Publisher
Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun
2008
Bahasa
id
Last Updated
2020-06-18T04:51:37Z
Subjects / Keywords
Cagar Budaya Warisan budaya Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI I
PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI I
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 139
Online: 139 Onsite: 0
Bulan ini 11.942
Online: 11.942 Onsite: 0
Total 23.648
Online: 18.862 Onsite: 4.786

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar