Pelaksanaan program Indonesia Pintar bagi penerima KIP nonATM di daerah kunjungan kerja presiden Tahun 2017
Zamjani, Irsyad; Winingsih, Lucia Hermien; Listiawati, Nur; Sari, Lisna Sulinar; Perdana, Novrian Satria
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan salah satu dari
sembilan cita-cita (Nawacita) yang dicanangkan Presiden Joko
Widodo di bidang pendidikan yakni “meningkatkan kualitas
hidup manusia Indonesia.” Kebijakan ini jugasekaligus
merupakan upaya untuk mempercepat terwujudnya Wajib
Belajar 12 Tahun (RPJM, Bappenas, 2015). PIP bertujuan
mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah atau
tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi dan
menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar
kembali mendaptkan layanan pendidikan di sekolah. Untuk mempercepat perwujudan Nawa Cita dan program
prioritas Kemendikbud ini, Presiden telah melakukan
pembagian kartu KIP melalui serangkaian Kunjungan Kerja
Presiden (Kunker) di berbagai daerah. Hingga saat ini ada dua
jenis KIP yang dibagikan, yaitu KIP reguler dan KIP ATM. KIP
reguler non-ATM masih mendominasi jumlah KIP yang
dibagikan oleh Presiden, yaitu 34.744 kartu (75%), sedangkan
yang sudah terintegrasi dengan ATM berjumlah 11.592 (25%)
kartu. Mengingat jumlahnya yang masih mendominasi, kajian
ini bermaksud meninjau efektivitas pelaksanaan PIP non-ATM di wilayah-wilayah yang dikunjungi Presiden dalam hal
distribusi, pencairan, dan pemanfaatannya.
sembilan cita-cita (Nawacita) yang dicanangkan Presiden Joko
Widodo di bidang pendidikan yakni “meningkatkan kualitas
hidup manusia Indonesia.” Kebijakan ini jugasekaligus
merupakan upaya untuk mempercepat terwujudnya Wajib
Belajar 12 Tahun (RPJM, Bappenas, 2015). PIP bertujuan
mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah atau
tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi dan
menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar
kembali mendaptkan layanan pendidikan di sekolah. Untuk mempercepat perwujudan Nawa Cita dan program
prioritas Kemendikbud ini, Presiden telah melakukan
pembagian kartu KIP melalui serangkaian Kunjungan Kerja
Presiden (Kunker) di berbagai daerah. Hingga saat ini ada dua
jenis KIP yang dibagikan, yaitu KIP reguler dan KIP ATM. KIP
reguler non-ATM masih mendominasi jumlah KIP yang
dibagikan oleh Presiden, yaitu 34.744 kartu (75%), sedangkan
yang sudah terintegrasi dengan ATM berjumlah 11.592 (25%)
kartu. Mengingat jumlahnya yang masih mendominasi, kajian
ini bermaksud meninjau efektivitas pelaksanaan PIP non-ATM di wilayah-wilayah yang dikunjungi Presiden dalam hal
distribusi, pencairan, dan pemanfaatannya.
Detail Information
- Publisher
- Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemendikbud
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-11-13T05:56:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah